Plurk. Plurk. Plurk.

Plurk. Sebuah situs yang menampilkan status orang.

Plurk. Baru tau ada yang beginian sekitar seminggu yang lalu. Liat Kang Fajar geser-geser sesuatu di browsernya, kayak orang gak ada kerjaan. Eh, pas nyobain sendiri malah ketagihan. Padahal cuman situs satu halaman yang isinya aplikasi buat nampilin status-status yang bisa dikomentarin gitu. Yah, seperti Twitter cuman lebih asyik ini kayaknya.

Plurk
Screenshot Plurk. Bagian atasnya bisa digeser-geser.

Salah satu hal yang membuat orang terus-terusan nge-Plurk adalah, ingin ngebanyakin karma. Semakin banyak karma yang kita dapet, semakin banyak yang bisa kita lakukan di Plurk ini. Misalnya ganti judul Plurk, ganti wallpaper, nambah emoticon, dan lain-lain.

Status. Hanya sebagian kecil dari bejibun aplikasi yang ada di Facebook. Kenapa orang-orang seperti kita (kita??) bisa kecanduan sama hal-hal yang seperti ini? Entahlah, yang penting asyik, hehe.

FYI: orang disamping saya lagi sibuk nge-Plurk.

Author: alanisalan

I'm a freelance graphic designer and website designer from Indonesia.

9 thoughts on “Plurk. Plurk. Plurk.”

  1. ini hampir sama dengan fenomena aplikasi social networking lainnya. plurk tergolong kepada microblog. intinya seperti blog (seperti di sini) kamu menuliskan berbagai hal, artikel atau pengalaman pribadi. microblog membuatnya lebih sederhana dan singkat. kalau di blog kita terdorong untuk membuat tulisan yang panjang (kecuali di sini: http://dullestblog.wordpress.com) kalau di microblog kita malah dibatasi 150 huruf.

    bagi saya microblog dapat membantu saya untuk mencatat apa yang terjadi dan apa yang saya pikirkan pada saat itu, seperti sebuah jurnal singkat (dan memang plurk lebih menyebut dirinya web social journal). Dengan komentar orang lain terhadap post kita, kita dapat mengetahui dan belajar dari pendapat dan pemikiran orang lain. selain itu, komentar juga membuat kita merasa dihargai (hal yang sama berlaku pula pada komen di FB, testi di FS, atau comment di Blog).

    dengan melihat plurk orang lain, kita dapat saling mengenal lebih jauh baik itu orang yang telah dikenal maupun belum dikenal (meski mungkin ada beberapa orang yang ‘berpura-pura’ di dunia virtual). karenanya, microblog semakin mirip dengan aplikasi social networking.

    plurk membuat microblog lebih menarik dengan tampilan timeline dan kemudahan memberi comment-nya yang tidak mirip dengan blog dan aplikasi lain sejenis. dan karma cukup memotivasi beberapa pengguna. sedang beberapa lainnya tidak begitu peduli pada karma sebab sudah mengetahui cara menampilkan emoticon secara bebas.

    bagi saya
    plurk adalah
    JUNKER PARADISSSOOOOOOO!!!!

    1. Iya ni. Moga-moga gak freak ama Plurk deh. Merusak keseimbangan hidup, halah. Tergantung bagaimana pemanfaatannya deh ya?

      *Btw, yang the dullest blog itu, link-nya salah kang. Harusnya gak pake “.wordpress”.

    1. Duh, niat bikin berita sih ada. Tapi waktunya itu yang ngga punya, haha.

      /* nge-reply 10 menit sebelum kulyah mulai */

  2. roseorchiddawn [bilang] tergantung lingkungan bisa juga **secara anak-anak DKA sedang kena epidemi plurk yang menular dari satu asisten ke asisten lainnya**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s